Kemarin aku lihat lagi.
Akhhh… Alangkah bencinya aku melihat ia. Seperti mempesona diam-diam.
Tenang dan menarik.

Tapi, kamu justru tidak pernah benar-benar menanyakan alasan kenapa aku membenci ia?
Aneh menurutku. Walaupun (mungkin) kamu akan menemukan jawaban tak masuk akal dariku tentang ia.
Payah!

Aku merasa ia lebih dariku.
Dan (mungkin) dulunya ia sempat menyukaimu ;
atau (mungkin) dulunya kalian ‘sempat’ terlibat perjodohan ngawur;
atau (mungkin) dulunya kamu pernah diam-diam iba pada ia?

Ini hanya prasangkaku tentang ia. Karena ia kerap ‘sekilas mampir’ di profile kamu.
Karena ia mempesona lebih dariku.
Karena ia ras Jawa.
Karena ia selisih sehari dari tanggal lahirmu.
Karena ia lebih dikenal oleh teman-temanmu.
Karena ia pernah numpang curhat ke kamu.
Karena ia ada di kota yang sama denganmu.
Dan karena itulah aku membencinya. (untuk alasan yang tak masuk akal)

Sangat!!!

Malam yang selalu sama, sepi yang kurasa. Kadang Ia terasa seakan semakin jauh dariku. Namun, entah mengapa selanjutnya aku selalu mampu meyakinkan diri sendiri bahwa Ia hanya sedang mengujiku – saat ini.

Hidup itu layaknya sebuah permainan. Selesaikan permainan itu, maka aku akan jadi pemenang! Lalu, setelah menang apa yang akan aku dapatkan?

Lelah. Aku ingin ini semua berakhir. Kenapa terlalu begitu banyak tuntutan untukku? – Oke, aku salah. Harusnya aku tidak berpikir seperti ini. Tapi bisakah untuk tidak mengaburkan masa depan di depanku? Aku bukan robot.

Tolong. Aku butuh pendengar. Jangan marahi aku. Kumohon.

Satu per satu kujalani semuanya.
Kadang aku kehilangan keseimbangan.
Kemudian terjatuh.
Berdiri kembali.
Kuteruskan langkahku.
Sakitnya luka itu masih sering muncul.
Kalo sudah begitu aku memilih diam.
Istirahat.
Sebentar-bentar aku menengok kebelakang.
Kupastikan bahwa jejakku tidak membebaniku.
Aku berjalan lagi.
Tidak secepat yang kemarin.
Tertatih-tatih.
Kugenggam erat hatiku.
Pandanganku lurus kedepan.
Ada mimpi di ujung sana.
Aku mulai berlari.
Lagi-lagi aku terjatuh.
Kulihat sekelilingku.
Ternyata aku tidak sendiri.