Kemarin aku lihat lagi.
Akhhh… Alangkah bencinya aku melihat ia. Seperti mempesona diam-diam.
Tenang dan menarik.
Tapi, kamu justru tidak pernah benar-benar menanyakan alasan kenapa aku membenci ia?
Aneh menurutku. Walaupun (mungkin) kamu akan menemukan jawaban tak masuk akal dariku tentang ia.
Payah!
Aku merasa ia lebih dariku.
Dan (mungkin) dulunya ia sempat menyukaimu ;
atau (mungkin) dulunya kalian ‘sempat’ terlibat perjodohan ngawur;
atau (mungkin) dulunya kamu pernah diam-diam iba pada ia?
Ini hanya prasangkaku tentang ia. Karena ia kerap ‘sekilas mampir’ di profile kamu.
Karena ia mempesona lebih dariku.
Karena ia ras Jawa.
Karena ia selisih sehari dari tanggal lahirmu.
Karena ia lebih dikenal oleh teman-temanmu.
Karena ia pernah numpang curhat ke kamu.
Karena ia ada di kota yang sama denganmu.
Dan karena itulah aku membencinya. (untuk alasan yang tak masuk akal)
Sangat!!!